CERPEN

 

Judul Cerpen     :  Sihir Kehidupan

Nama ku Sheila, aku termasuk orang yang beruntung karena aku terlahir dari keluarga kaya . papaku adalah salah satu direktur perusahaan ternama di Indonesia , dan mamaku mempunyai usaha di luar kota. Walaupun aku terlahir dari keluarga kaya, hidupku tak selamanya senang . Dari kecil aku dititipkan oleh bibi (pembantu) , Bibi sangat baik pada ku , meski begitu dia tidak penah mengurus kelakuan ku, Ia hanya memasak dan mencuci pakaian ku saja.

Ayah dan Ibuku terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sampai lupa dengan anaknya sendiri. Mereka hanya bisa memberiku uang jajan, tapi tidak bisa memberiku kasih sayang. Karena kurangnya perhatian dari ayah dan ibu, aku jadi anak yang nakal, dan akupun menjadi salah satu anggota geng motor khusus wanita yang setiap malamnya selalu pergi keluyuran entah kemana,  kami suka pergi menghambur-hamburkan uang dan sering membuat onar.

Hari-hari ku selalu ada masalah , Aku sering tidak membuat PR dan sering tidur di Sekolah karena malamnya aku selalu pergi keluyuran bersama anggota geng motor lainnya. Bahkan aku sudah dua tahun tinggal kelas , yang seharusnya aku sekarang duduk di bangku 3 SMA , aku pun tak mau tau bagaimana nasib ku tahun ini naik atau tidak, aku tak peduli ! masa bodoh !!.

Suatu malam , sepeti biasa aku keluyuran dengan teman geng motor ku, kali ini tujuan kami adalah pergi ke pesta ulang tahun Ica dia adalah ketua geng motor kami. Ku kira Ica merayakan ulang tahunnya tidak hanya makan-makan dan potong kue saja, tiba-tiba kulihat Ica dari kejauhan sambil  membawa botol miras !. Ica pun menyuguhkan minuman itu kepada ku , namun saat ingin membuka mulut, tiba-tiba terdengar suara azan isya’ “ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ..”dan tiba-tiba hati ku menjerit ”ASTAGFIRULLAH AL AZIM APA YANG ADA DITANGAN KU INI, MENGAPA AKU BISA SEPERTI INI ?” jeritan ku dalam hati . aku letakkan gelas itu dan aku pulang tanpa pamit dengan  Ica.

Sampai di rumah aku langsung berlari menuju kamar, di kamar aku hanya bisa diam, merenungi kelakuan kuselama ini. Tiba-tiba tetesan demi tetesan air mata pun keluar membasahi pipiku dan disertai dengan jeritan, hingga terdengar kemana-mana.  Dari luar pintu kamar ku seperti ada yang mengetuk seraya berkata “ Sheila kenapa kamu nak ? ayo buka pintu kamar mu  !” Dengan cepat  ku membuka pintu.

Mama masuk ke kamar ku dan bertanya “Kenapa kamu nak ?” sambil terisak-isak ku menjawab “ Buat apa bertanya seperti itu pada ku ?, Apa selama ini mama peduli sama aku ?” jawab ku lantang, “ anak kurang ajar kamu !”(sambil menampar ku dengan keras) , “Tamparan ?, Mama memang baru sekali menampar ku, tapi bagi ku tamparan ini sudah bertahun-tahun aku rasakan!” jawab ku, dan aku pergi menjauhi mama, kamar dan rumah ku.

Jauh dari rumah ku , aku pergi berjalan kaki  tanpa bekal uang satu perak pun !, Aku bingung harus kemana bahkan ini dimana pun aku tidak tau yang kutahu hanya berjalan-dan berjalan , sampailah aku di sebuah desa yang terpencil. Dari kejauhan ku lihat seorang anak yang kira-kira berusia 12 tahun, anak itu berpakaian  compang-camping dan membawa karung besar di atas punggungnya sedang memunggut sampah. Karena aku terpikir mau tidur dimana malam ini , akhirnya ku panggil anak itu seraya berkata “ hei kamu yang lagi munggut sampah, sini dong !”

Dia langsung menoleh kearah ku dan berlari meneju ke tempat ku, ia berkata dengan sinis “Mau apa kamu ?, Mau menghina ku ?”, “Apa ? menghina mu ? , hei aku memanggil mu bukan untuk itu. “ jawab ku dengan sedikit kesal “ oh maaf kalau begitu, soalnya selama ini orang memanggil aku  hanya untuk menghina  ku , lalu mau kenapa kamu panggil aku ?” , “ Aku maafkan,soal itu tak usah di pikirkan, aku Sheila kelas 1 SMA, aku panggil kamu untuk minta izin tinggal dirumah mu, boleh tidak 2 hari saja.” “Lho, buat apa kamu tinggal rumah ku ? memang nya kamu tak punya rumah apa ? “punya, tapi aku kabur dari rumah, ku mohon ijinkan 1 hari saja “ jawab  “ Apa ?,Kamu kabur dari rumah ?, pasti mama mu sedang mikirin kamu, lebih baik kamu pulang kerumahmu “ jawab nya dengan nada cemas “ Tolong aku 1 hari saja ! mama ku tidak akan pernah peduli dan mikirin aku.” Pinta ku “ Aku mau saja membawa mu tidur di rumah ku tapi bagaimana ibu mu ?, kita juga baru kenal aku belum tau kalau kamu orang baik atau jahat !” “ hei , aku ini orang baik-baik , aku kabur dari rumah ku karena ada masalah keluarga ! tolong aku !” aku sudah mulai menyerah, karena anak permpuan itu belum menjawab . sejenak suasana terdiam.  Tiba-tiba gadis itu berkata  “Ayo ikut aku kerumah !, tapi maaf rumah ku tidak akan sebagus rumah mu .” mendengar ucapannya aku berteriak “ YEY!!! Makasih kamu baik, aku janji ngak akan nakal di rumah mu.”

Kami pun berangkat menuju  rumahnya . Dalam perjalanan aku hanya mengucapkan terima kasih saja dan tak lupa aku menanyakan nama dan usianya seperti sensus . Namanya adalah Zahara seperti yang aku duga, usianya 12 tahun.  Sambil berjalan aku menceritakan kejadian ku hingga aku kabur seperti ini semua sudah ku ceritakan padanya.  Zahara menunjukkan rumah nya , aku terkejut dan dalam hati berkata “Ya ampun, rumahnya hanya sebesar satu ruang tamu ku !” “Kak Sheila ayo masuk ngapain menung aja ? “ ujar  Zahara menyuruhku masuk. “ Eh, iya !”

Aku pun masuk kerumah nya dan mengucapkan “ Assalamualaikum” . “ Walaikumsalam “ ucap Ayah dan Ibu Zahara menjawab salam ku dengan kompak. Zahara pun menceritakan maksud kedatangan ku. Aku pun di izinkan untuk tinggal disitu. Tetapi ibu Zahara berkata kepada ku “ Maaf nak rumah kami sangat kecil, dan kami tak punya kasur empuk untuk  tidur. “ Tidak apa-apa buk , saya juga sudah biasa.” Jawabku padahal aku tidak pernah tidur tanpa kasur. Malam ini pun berlalu, walaupun awalnya aku tak bisa tidur.

Saat subuh aku dibangunkan untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah, paginya aku diajak Zahara untuk jalan pagi. Selesai jalan pagi kami mandi dan makan bersama. Setelah makan aku diajak untuk memulung “ Apa memulung ? “ seru ku . “ Iya, seperti  yang aku lakukan kemarin “ dengan berat hati aku menjawab “ iya baiklah” . aku pun dibekalkan karung besar sama seperti Zahara.

Kami berjalan kaki dan keliling memungut sampah, pekerjaan ini sulit untuk aku lakukan tapi mengapa anak seusia Zahara dengan mudah melakukan pekejaan ini . saat aku sedang memungut botol-botol plastik di jalan, aku melihat teman-teman geng motor ku, tak sempat ku berlari menjauhi mereka, mereka sudah langsung mengelilingiku dengan motor mereka. Aku ketakutan !, Ica yang merupakan ketua geng kami berkata dengan keras  “ Oh, anak direktur memulung ? Waw banget !, malu-maluin geng motor kami aja deh !!! , udah kemaren langsung kabur aja waktu pesta , iuhh. Yang namanya Sheila udah dikeluarin dari geng motor ku !!” pekik Ica, Dengan santai aku menjawab “ Oh gitu, Baguslah.”, “Eh jangan sok tegar deh lo !!, bilang aja hati lo nyesek banget kan “ dengan nada sok tau “ Ngapain juga hati aku nyesek, tapi aku tuh nyesel banget udah punya teman kyak kalian-kalian semua. Udah pergi sana !” teriak ku “iihh, Pemulung berani ngusir kita ?, yaudah deh lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sini , Abis disini bau sampah!!”. Mereka pun pergi meninggalkan aku .

Zahara mengintip dari balik tembok , datang kepada ku dan bertanya “ Siapa mereka kak ?, kakak baik-baik aja kan ? “ tanya nya perihatin , “ Kakak baik-baik aja kok , mereka itu teman kakak , tapi dulu sekarang tidak”  jawab ku . Setelah kejadian itu kami melanjutkan pekerjaan kami. Aku pun mulai merasa kehausan dan ku ajak Zahara untuk istirahat dan kami makan makanan yang sudah disediakan dari rumah oleh ibu Zahara , makanan yang dibawa hanya nasi dan sambal terasi dan mie goreng, sama seperti makanan yang kami makan tadi pagi. Sambil makan kami melihat anak-anak sekolah yang akan pulang, mereka melihat kami sambil mengejek “PEMULUNG-PEMULUNG!!”. Zahara terpancing emosi, aku pun membujuk nya agar tidak terpancing emosi, syukurlah dia tidak lagi terpancing,  tiba-tiba dia berkata kepada ku  “ Kakak sebenarnya aku juga ingin sekolah seperti mereka, tapi ibu ku tak ada uang untuk biaya sekolah ku , dulu aku memang  pernah merasakan sekolah tapi hanya 3 tahun, aku selalu juara 1 tapi sekarang aku putus sekolah , jujur aku tidak ingin jadi pemulung!” ujarnya sambil meneteskan air mata . Mendengar perkataannya hati ku tersentak . Aku yang selalu nggak merasa peduli sekolah,   Melihat  Zahara yang masih berusia 12 tahun itu yang ingin sekali sekolah.

Tanpa pikir panjang ku ajak zahara menuju rumah ku ,  Aku berlari ke jalan raya meninggalkan karung ku di tong sampah. Kupanggil taksi untuk menggantarkan ke rumah ku . Sampai dirumah ku bibi yang sedang menyiram bunga ku panggil “ Bibi sini cepat “ “Non. Sheila , akhirnya nona Sheila pulang juga , nyonya  sibuk nyariin kamu kemana-mana!” jawab bibi dengan nada gembira “ sudah bi, ceritanya didalam saja ! bayar dulu nih taksinya Sheila ngak bawa uang “ ujar ku “ baik nona “ Jawab Bibi sambil mengeluarkan uang dari sakunya.

Aku pun masuk kerumah bersama Zahara, sewaktu di dalam aku dikagetkan dengan suara aneh “ waaaah ini rumah gede amat sih !!” yang ternyata suara dari Zahara. Bibi yang sudah membayar taksi pun segera menuju dapur membuatkan kami minuman. Kuajak Zahara ke ruang keluarga sambil menonton tv. Tak lama kemudian Ibuku datang dan memelukku dengan erat , dalam pelukannya aku berkata “ Sudah lama aku merindukan pelukan dari mama” ucap ku pelukan itu terasa hangat . “ Nak maafkan ibu yang sudah menelantarkan kamu , papa dan mama janji nggak akan pernah lupa memberi kamu kasih sayang “ seru ibuku , kata-kata itulah yang selama ini ingin kudengar dari mulut Mama “Mama aku juga minta maaf, udah sering nyusahin mama, 2 kali nggak naik kelas ,maafin Sheila ma !”  kataku meminta maaf .  Pada saat itu rumah kami dibanjiri tangisan air mata, termasuk juga Zahara.

Aku pun baru ingat ada Zahara, ku kenalkan dia pada ibu ku “Mama ini Zahara dia yang nemanin aku dan bolehin aku tinggal di rumahnya “ “oh ya ? terima kasih banyak udah jagain anak tante.” Ucap mamaku kepada Zahara ” sama-sama tante !” jawab Zahara “ Oh, iya Ma, Zahara sudah lama putus sekolah” ucapku  “ Kenapa Zahara putus sekolah  ?”  tanya ibuku , “ Karena ibu saya tak bisa membiayai  sekolah saya” Jawab Zahara “ Jadi Zahara ingin sekolah sama seperti  teman-temannya yang lain.” Tanya ku pada mama lagi. “ Zahara ingin sekolah ? tenang tante akan masukkan Zahara ke Sekolah favorit “ jawab mama ku “ Serius tante ? “ Tanya Zahara pada mama, “Iya tante serius” , “ Wah, Senangnya Zahara bisa sekolah lagi” Ucap Zahara dengan nada kegirangan.

Zahara sudah didaftarkan mamaku disekolah. Zahara ku antar pulang ke rumahnya dengan membawa beberapa karung beras, kopi, gula,teh , dan sembako lainnya . Dan tak lupa aku bawa 1 tempat tidur kecil untuk zahara dan 1 tempat tidur yang besar untuk ibu dan ayah Zahara. Zahara tidak menjadi pemulung  lagi , melainkan mejadi seorang pelajar yang berprestasi setiap tahunnya. Mamaku pun memberikan kebun kepada ibu dan ayah Zahara untuk bercocok tanam.

Kehidupan Zahara Jauh berubah  Zahara yang dulu menjadi  pemulung menjadi pelajar serta ayah dan ibunya pun sekarang sudah cukup makmur.  Tidak hanya kehidupan Zahara yang berubah, kehidupan ku pun begitu. Aku yang tadi nya anak nakal, malas buat pr, ngak naik kelas 2  tahun dan anak geng motor kebalik menjadi anak baik , selalu buat pr, aku tahun ini mendapat juara 1 dan sekarang aku bukan anak geng motor melainkan anak pengajian.  Seperti ada sihir yang menyihiri kehidupan kami berdua.

~SELESAI~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s