Penyebab Ditariknya Flappy Bird akhirnya terkuak

Among Tech

Soal yang terakhir disebut itu memang ramai didiskusikan sebelumnya. Flappy Bird terbilang fenomena unik. Game yang sangat populer ini sebenarnya sangat sederhana, baik dari segi tampilan maupun gameplay yakni pemain menerbangkan seekor burung melalui celah-celah pipa sebanyak dan selama mungkin untuk mengumpulkan skor. Itu saja.

Screenshot gameplay Flappy Bird

Namun, sebagaimana disoroti oleh Forbes, di balik konsep simpel Flappy Bird tersembunyi potensi masalah hukum yang mengintai pembuatnya. Yang paling jelas terlihat adalah tampilan grafis game ini. Flappy Bird ramai disebut memiliki beberapa kesamaan visual dengan seri game Super Mario Bros dari Nintendo.

Kesamaan yang dimaksud misalnya bentuk pipa hijau yang sangat mirip dengan benda serupa di game Mario, juga desain karakter burung serupa ikan terbang bernama “cheep-cheep” yang muncul di seri ketiga game buatan Nintendo tersebut. Backdrop dan gaya grafis ala konsol game 8-bit jadul seakan melengkapi kemiripan yang ada.

Bahkan, suara yang muncul ketika burung melewati celah pipa juga mirip dengan suara ketika tokoh Mario di game Nintendo mendapatkan koin.

Kotaku.com
Kesamaan tampilan obyek dalam game Flappy Bird (kiri) dan Super Mario Bros

Mungkinkah Nguyen sengaja menjiplak dari Mario? Entahlah, tapi Kotaku berpendapat ada kemungkinan lain. “Mungkin (kemiripan itu) sengaja dibuat sebagai protes halus terhadap Nintendo karena tak memublikasikan judul-judul game besar di iOS, mungkin pula karena Nguyen menciptakan Flappy Bird hanya dalam waktu tiga hari,” tulis situs tersebut.

Dengan semua kesamaan itu, bisa jadi hanya soal waktu sebelum Nintendo melayangkan gugatan hukum. Terlebih Nguyen mendapat penghasilan yang tidak kecil dari Flappy Bird.

Buruk tapi bagus

Dari segi gameplay dan kualitas keseluruhan, boleh dibilang tak ada yang istimewa dari Flappy Bird. Malahan, game ini bisa dibilang buruk karena terkesan dibuat oleh seseorang yang baru belajar mengembangkan game.

Polygon mencontohkan sejumlah bug animasi dan penurunan performa pada versi Android, berikut hitbox (obyek tak kasat mata dalam game yang digunakan untuk mendeteksi benturan antar-obyek) berukuran terlalu besar. Hitbox ini adalah alasan mengapa si burung mudah sekali terbentur pipa ketika hendak melewati celah.

Begitupun dengan mekanisme “terbang” atau flapping, yang sebenarnya tak istimewa.

Toh, gameplay sangat sederhana dan grafis butut tak menghalangi Flappy Bird meraih popularitas luar biasa. Mungkin lantaran fasilitas “restart” yang dibuat mudah, pemain akan ketagihan untuk mencoba lagi dan lagi, penasaran ingin menerbangkan si burung lebih jauh dan mendapat skor lebih tinggi.

Flappy Bird pun menjadi contoh, betapa selera pasar sebenarnya tak bisa ditebak. Seperti yang pernah diucaptkan oleh screenwriter dan novelis William Goldman bahwa orang-orang Hollywood sebenarnya “tak tahu apa-apa”.

Tanpa tingkatan level, grafis “wah”, cerita, mekanisme achievement, ataupun dukungan promosi berdana besar, Flappy Bird menggelontorkan Rp 600 juta ke kantong pembuatnya. Kesuksesan tersebut mengejutkan semua orang, bahkan Dong Nguyen sendiri.

Tetapi apakah formula gameplay Flappy Bird yang adiktif dan menjadi kunci popularitasnya adalah benar ciptaan Nguyen? Boleh jadi memang demikian, tapi ada pula kemungkinan sebaliknya. Flappy Bird bukan game pertama yang mengetengahkan seekor burung terbang melintasi halang rintang.

@kek_zanorgPerbandingan game Piou Piou (kiri) dengan Flappy Bird

Dulu, pernah muncul game mobile berjudul Piou Piou yang dirilis pada 2011. Kecuali gaya tampilan grafis, Flappy bird pada dasarnya mengusung konsep yang serupa dengan gameini. Pembuatnya pun merasa curiga dan mengunggah sebuah tweet berisi perbandingan kedua game, seperti bisa dilihat di atas.

Lalu, apakah Nguyen mengambil inspirasi untuk Flappy Bird dari Super Mario Bros dan Piou Piou? Dia mengatakan bahwa masalah hukum bukanlah penyebab ditariknya Flappy Bird dari peredaran.

Ketika ditanya soal dugaan pelanggaran hak cipta lewat Twitter, Nguyen memberi jawaban yang mengundang rasa penasaran. “Ah, saya tak mencuri sesuatu apa pun secara langsung. Melakukan itu adalah sebuah seni tersendiri,” ujarnya singkat.

Strategi

Hingga beberapa jam sebelum penarikannya, Flappy Bird masih bercokol di posisi teratas tangga unduhan terbanyak toko aplikasi iTunes App Store dan Google Play. Game ini sudah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Kalau bukan karena menghindari jerat hukum, lalu apa yang menjadi motivasi Nguyen mencabut game Flappy Bird di tengah-tengah kejayaannya?

Pengumuman Nguyen mengundang reaksi di internet, banyak di antaranya mengungkapkan kebingungan. “Bayangkan (Mark) Zuckerberg meninggalkan Facebook hanya karena membuat hidupnya sulit,” bunyi tweet seorang pengguna Twitter yang dikutip USA Today.

Bloger Robert Scoble berspekulasi keputusan tersebut tak lain merupakan strategi marketing yang coba diterapkan oleh Nguyen. Dengan penghasilan ratusan juta rupiah per hari dari iklan, dalam waktu hanya satu minggu, developer asal Vietnam itu disebut Scoble sudah mengumpulkan cukup uang untuk hidup selama beberapa tahun tanpa bekerja.

Nah, dengan mengumumkan rencana menyetop Flappy Bird, Nguyen bisa mendorong angkadownload game tersebut lebih jauh lagi. Ini karena pengguna yang belum memainkan (atau ingin meng-install ulang) Flappy Bird akan buru-buru mengunduhnya sebelum lenyap.

Pengumuman itu juga berpotensi menghasilkan efek tersendiri untuk game berikutnya dari Nguyen. “Kehebohan yang ditimbulkan… akan sangat luar biasa… semua orang akan membeli game (selanjutnya) itu, karena takut dia (Nguyen) akan menghapusnya juga, sehingga membuat dia lebih kaya raya,” tulis Scoble.

Di luar dugaan-dugaan tersebut, tentu, tetap ada kemungkinan bahwa Nguyen hanya merasa tak nyaman dengan ketenaran yang tiba-tiba dijatuhkan di atas kepalanya oleh Flappy Bird.

Di Skor 999, Flappy Bird Bertemu Mario?

Dibaca: 49801

 Komentar : 1

 

 
PipocaVFX via YouTubeScreenshot video parodi Flappy Bird vs Super Mario Bros

KOMPAS.com — Game Flappy Bird mungkin menjadi game yang menyebalkan karena susah untuk diselesaikan. Jangankan 100, untuk mencapai skor 10 pun tak banyak yang bisa menembusnya. Hal tersebut tentunya membuat kita bertanya-tanya, sebenarnya sampai berapa level game Flappy Bird itu?

Sebuah video parodi di YouTube menunjukkan seorang yang bermain game Flappy Bird dengan smartphone-nya. Dalam video tersebut, saat skor mencapai 900-an, pipa-pipa hijau akan bergerak naik turun. Ada juga pipa diagonal yang melintang yang harus dilewati si burung kecil.

Selain itu, kejutan juga muncul di detik-detik akhir video, saat skor Flappy Bird mencapai 990-an, muncul karakter Piranha Plant dari pipa hijau yang mencoba memakan Flappy Bird. Piranha Plant tersebut sebelumnya menjadi karakter khas game Mario Bros di platform Nintendo.

Lalu, apa yang terjadi saat skor mencapai 999?

Nah, di angka 999, Flappy Bird harus berhadapan dengan tokoh Mario dari game Super Mario Bros. Di tingkat itu, nampak Mario melemparkan bola-bola api ke arah Flappy Bird, sementara si Burung Kecil tersebut berusaha menghindar. Pada akhirnya burung itu gagal karena diinjak oleh Mario.

Tentu saja kita tidak akan menemukan game Flappy Bird dengan karakter Mario di dalamnya seperti yang ditunjukkan dalam video karena game tersebut hanya parodi yang dibuat untuk hiburan semata dan bukan tampilan sesungguhnya dari game FlappyBird.  

Video itu digarap oleh pipocaVFX yang memang gemar membuat video dengan temagame. Misalnya, menampilkan game Street Fighter atau Bomberman dari sudut pandang orang pertama (first person).

http://www.youtube.com/watch?v=YHH2101OFfI

Editor: Wicak Hidayat

 

Pendompleng Flappy Bird Mulai Dibasmi?

Dibaca: 14544

 Komentar : 7

 

 
Aditya Panji/Kompas.com
Game Flappy Bird

KOMPAS.com — Setelah ditariknya game Flappy Bird dari toko aplikasi Apple dan Google, banyak game-game tiruan dan palsu yang mencoba mengambil untung. Bahkan, sebelumnya juga diberitakan beredar game Flappy Bird yang mengandung malware.

Gerah dengan fenomena tersebut, Apple dan Google mencoba mencegah hal tersebut terjadi di toko aplikasinya. Karena itu, dua toko aplikasi besar tersebut memutuskan untuk menolak game baru dengan judul yang mengandung kata “Flappy”.

Saat ini, beredar game Flappy Fish, Flappy Pig, atau Splashy Fish yang game play-nya mirip dengan Flappy Bird. Namun, dikutip dari The Verge (16/2/2014), beberapa developergame melaporkan bahwa Apple dan Google tidak memperbolehkan game yang ingin mendapatkan untung dari popularitas Flappy Bird.

Pada Jumat (14/2/2014), seorang developer berkicau di akun Twitter-nya yang mengatakangame Flappy Dragon buatannya ditolak Apple dengan alasan nama aplikasinya mencoba mengambil untung dari aplikasi populer lain.

Sementara Google menolak dengan menyertakan pemberitahuan, “Jangan menggunakankeyword yang tidak berhubungan atau yang bisa membingungkan dalam deskripsi, judul, atau metadata aplikasi.”

Setelah tweet tersebut beredar, muncul kicauan dari developer-developer lain yang mengeluhkan hal yang sama. Dengan demikian, Apple dan Google menyarankan developergame untuk mengubah atau mengganti judul game mereka.

Juru Bicara Apple mengatakan, Apple tidak menolak game dengan judul “Flappy,” tetapi berupaya melindungi konsumennya dari penipuan. Konsumen bisa berpikir jika gametersebut adalah game pengganti atau masih berhubungan dengan game Flappy Bird asli.

Selain menolak game-game baru, game yang telah beredar di toko aplikasi Apple dan Google pun harus mengubah namanya, seperti game Flappy Bee yang kini mengubah namanya menjadi Jumping Bee.