Rusia tak ingin Perang dengan Ukraina

Kerusuhan di Ukraina beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)Kerusuhan di Ukraina beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)WASHINGTON – Duta Besar Rusia di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Vitaly Churkin mengatakan pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB bahwa Rusia tidak ingin perang berkaitan krisis Ukraina.
Continue reading

UNTEA

Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa

Batam

Kota Batam

10 Ikan Terganas dan Paling Mematikan di Dunia

Ikan piranha, dengan gigi yang tajam dan bergerombol ikan ini akan menjadi predator yang amat sangat ganas ketika ia sedang lapar. Ingin tahu ikan pemangsa yang paling mengerikan dan mematikan lainnya? Dari pada bingung mending langsung baca aja 10 Ikan Pemangsa Yang Paling Mengerikan dan Mematikan di Dunia berikut.
10. Belut Conger (Conger Eel)
 
Belut aneh yang bisa mencapai panjang 10 ft ini masih sodaranya ikan Moray, meski tidak memiliki banyak trik unik sepertinya, tapi ukurannya yang besar membuatnya masuk dalam kategori ikan buas ini. American Conger, atau belut laut, juga dikenal dalam permainan (game) mencari ikan. Jika Anda berhadapan dengan makhluk yang berkepala kekar, mulut lebar, dan bergigi kuat yang bisa saja mengakibatkan celaka.

Perjuangan Merebut Irian Barat

Perebutan antara Indonesia dan Belanda

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Hindia Belanda memproklamasikan kemerdekaannya menjadi negara Indonesia. Indonesia pun menuntut semua wilayah bekas Hindia Belanda sebagai wilayahnya. Akan tetapi, Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat sebagai negara terpisah karena adanya perbedaan etnis. Status Papua bagian barat tidak terselesaikan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan diputuskan untuk ditunda pembahasannya selama 1 tahun. Penyelesaian status Papua bagian barat menjadi berlarut-larut dan tidak selesai juga hingga tahun 1961, sampai terjadilah pertikaian bersenjata antara Indonesia dan Belanda pada Desember 1961 dan awal 1962 untuk memperebutkan wilayah ini. Melalui Perjanjian New York, akhirnya disetujui untuk menyerahkan sementara Papua bagian barat kepada PBB melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum diberikan sepenuhnya kepada Indonesia pada 1 Mei 1963. Kedudukan Papua bagian barat menjadi lebih pasti setelah diadakan sebuahreferendum act of free choice pada tahun 1969, dimana rakyat Papua bagian barat memilih untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia.

Continue reading